Krisis ekonomi membawa dampak begitu besar untuk banyak sektor, bagaimana strategi provider game menghadapinya?
Kita tahu bahwa krisis ekonomi sudah terjadi beberapa kali, seperti yang muncul ketika pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Ada dampak besar di balik krisis, dan industri game tidak terkecuali terkena dampaknya. Ketika daya beli masyarakat mengalami penurunan maka prioritas pengeluaran mereka pun berubah.
Kebutuhan akan bahan pokok lebih diutamakan dibandingkan hiburan seperti game yang bukan jadi prioritas utama. Meski demikian, industri game termasuk sektor yang tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi lho.
Nyatanya banyak provider game yang tetap bertahan, bahkan terus berusaha bertumbuh di tengah sulitnya ekonomi. Walaupun ada juga perusahaan yang mengakuisisi agar tidak menelan kerugian yang semakin besar.
Bagaimana Strategi Provider Game Menghadapi Krisis?
Lantas, apa sebenarnya strategi perlu ditempuh oleh provider game dalam menghadapi kriris ekonomi yang melanda dunia? Di bawah ini kami informasikan secara jelas, antara lain.
1. Lebih Fokus ke Model F2P
Dari banyaknya strategi yang ada, provider game menerapkan strategi ke model bisnis bernama Free to Play atau F2P. Di model ini para pemain bisa download dan menjalankan game gratis tanpa biaya sama sekali selama permainan berlangsung.
Strategi ini terbilang efektif, apalagi saat krisis ekonomi melanda karena bisa menarik lebih banyak pemain dari berbagai kalangan, memungkinkan turunnya hambatan untuk player baru, dan lebih fleksibel untuk player di tengah tengah kondisi ekonomi sekarang.
Bagaimana provider bisa mendapatkan keuntungan? Mereka dapat untung dari pembelian di dalam game (in app purchases) mulai dari fitur tambahan, item premium, dan lain sebagainya.
2. Mengoptimalkan Mikrotransaksi
Ketika kondisi ekonomi sedang sulit seperti sekarang, umumnya pemain lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, bisa saja uang yang dipakai untuk hiburan sangat terbatas atau tidak ada sama sekali. Maka dari itu provider game telah menyesuaikan strategi monetisasi mereka dengan adanya mikrotransaksi bernilai minim.
Bukannya menjual paket permainan yang mahal, provider lebih memaksimalkan penjualan paket hemat, bundel item dengan harga relatif terjangkau, dan diskon terbatas. Diyakini dengan cara ini player akan tetap merasa mampu menjalankan game dan membeli item atau fitur tertentu tanpa menguras isi dompet lebih dalam.
3. Meningkatkan Event dan Reward
Jumlah event dan reward sering kali ditingkatkan selama masa krisis belum berlalu. Tujuan dari hal tersebut yaitu menjaga engagement player tanpa bergantung ke pembelian yang dilakukan oleh pemain.
Beberapa strategi yang sering digunakan seperti login bonus harian, event harian dan mingguan dengan hadiah menguntungkan bagi pemain, atau adanya misi khusus. Pendekatan tersebut menjadikan player tetap aktif bermain, bahkan mereka tidak perlu mengeluarkan modal sama sekali.
4. Personalisasi Pengalaman Pemain
Di era digital seperti sekarang, data merupakan aset penting yang tidak boleh dilupakan. Apalagi provider game juga harus memanfaatkan data dari para player dalam menghadirkan gameplay experience lebih pesonal, seperti:
- Menyesuaikan tingkat kesulitan gameplay.
- Memberikan rekomendasi mana saja item relevan.
- Menawarkan promo sesuai kebutuhan dan kebiasaan pemain.
Yang pasti strategi tersebut bukan hanya meningkatkan kepuasan player dalam menjalankan game, namun membuka peluang lebih untuk monetisasi.
5. Diversifikasi Portofolio Game
Provider ternama umumnya tidak hanya bergantung ke satu jenis game, namun mereka mengembangkan berbagai genre agar menjangkau lebih banyak market global. Contohnya game kasual yang disediakan untuk pemain baru dan biayanya lebih terjangkau.
Di tengah krisis ekonomi diversifikasi adalah hal wajib, lantaran:
- Memberi peluang pendapatan ke pemain dari berbagai sumber.
- Menjangkau lebih banyak market.
- Meminimalkan risiko ketergantungan ke satu produk saja.
- Meminimalkan rasa bosan pemain.
6. Gunakan Tren Sosial dan Komunitas
Game bukan hanya tentang permainan, namun interaksi sosial yang kuat. Developer atau provider game bisa memanfaatkannya dengan menciptakan komunitas yang kuat, mulai dari mengintegrasikan fitur multiplayer, mendorong interaksi antar pemain, hingga mengadakan turnamen maupun kompetisi.
Apalagi saat krisis seperti ini adanya komunitas jadi faktor penting agar player tetap bertahan dan dianggap sebagai bagian dari hal yang lebih besar.
7. Efisiensi Biaya Operasional
Biaya operasional kerap kali disesuaikan, apalagi saat krisis terjadi efisiensi biaya adalah langkah penting demi menjaga stabilitas bisnis. Provider game bisa menerapkan beberapa upaya seperti memaksimalkan teknologi yang ada, mengurangi biaya produksi, dan memprioritaskan proyek berpotensi tinggi.
Pengelolaan modal yang tepat membuat perusahaan tetap bisa beroperasi dengan baik tanpa harus menurunkan kualitas game.
8. Inovasi Gameplay dan Fitur
Ada provider yang mejnadikan krisis ekonomi sebagai momentum untuk menciptakan inovasi, bahkan banyak provider berlomba menghadirkan ftur baru ke game mereka untuk menarik player baru dan mempertahankan pemain lama.
Inovasi yang dilakukan seperti adanya sistem reward lebih menarik, mode game baru, dan mekanisme gameplay unik. Apalagi inovasi sangat penting untuk menjaga daya saing di tengah ketatnya persaingan di industri ini.
9. Strategi Marketing yang Lebih Kreatif
Anggaran untuk marketing harus ditekan, maka dari itu developer harus lebih kreatif untuk mempromosikan produk. Beberapa strategi yang bisa dicoba seperti mengandalkan konten viral, bekerjasama dengan influencer atau streamer, dan memanfaatkan media sosial dengan baik.
Yang pasti strategi marketing ini lebih efisien dari segi biaya, jangkauan pemain pun lebih luas.
10. Menyesuaikan Target Pasar
Sebenarnya krisis ekonomi tidak berdampak ke semua kelompok masyarakat, maka dari itulah provider game tetap menyesuaikan target pasar agar tetap relevan.
Mereka tetap menargetkan player kasual yang mencari hiburan dengan budget minim, menyesuaikan harga dengan kondisi market lokal saat ini, dan ekspansi game dengan spesifikasi ringan untuk device lama.
Kesimpulan
Dengan berbagai strategi di atas, provider game tetap bisa menjangkau player walau kondisi ekonomi kurang ideal. Rasanya memang berat, apalagi berbagai hambatan harus dihadapi seperti berubahnya perilaku konsumen, ketatnya persaingan, dan penurunan player.
Namun pada akhirnya keberhasilan sebuah provider bukan hanya ditentukan dari kualitas produk, namun keahlian mereka dalam pembacaan situasi serta harus beradaptasi dengan lebih cepat.


Tinggalkan Balasan